Entri yang Diunggulkan

Peristiwa 24 Detik Inikah Bukti Jessica Masukkan Sianida ke Kopi Mirna?

Pakar Digital Forensik Mabes Polri AKBP Muhammad Nuh Al Azhar mengatakan, ada 24 detik krusial di mana terdakwa Jessica Kumala Wongso memai...

Saturday, 13 August 2016

Baby Arsy, Anak Ashanty Lucunya Gak Habis Habis!

Kelucuan anak pasangan Anang Hermansyah dan Ashanty, memang sudah terkenal hingga keseluruh pelosok tanah air. Bagaimana tidak wajah cantik dan tingkah lakunya yang sangat menggemaskan membuat orang tak berhenti henti  untuk tersenyum hingga membuatnya layak disebut sebagai seleb cilik.
Apalagi sang ibu, Ashanty yang sangat fashionable kerap kali mendandani Arsy dengan gaya yang lucu seperti yang sering terlihat di berbagai foto yang diunggah dalam akun instagramnya. Bukan hanya pakainnya ataupun aksesories  yang di kenakan Baby Arsy tapi juga gaya rambutnya. Salah satu gaya rambut yang menjadi pusat perbincangan nitizen adalah ketika rambut dari bayi lucu itu di bentuk mohawk.
Saat melihat foto tersebut pastinya kita akan langsung ketawa melihat gaya rambutnya yang super lucu dan menggemaskan itu. Selain gaya rambutnya yang unik banget ekspresi Arsy dalam foto itu terlihat cute abis seakan pantas kalau dirinya dijadikan foto model cilik. Mulai dari cemberut, tersenyum sampai tertawa lebar mampu di lakukan oleh Baby Arsy dengan gaya lucunya.
Selain foto tersebut, Ashanty juga sering mengunggah berbagai foto Arsy di akun instagramnya, seperti salah satu foto yang memperlihatkan potret Baby Arsy dengan kedua anak KD dengan Raul Lemos, Amora Lemos dan Kellen Lemos. Dalam foto tersebut tampak ketiganya sedang asyik bermain bola dan bercanda di sebuah ranjang bayi. “Bayi kita.” Tulis Ashanty sebagai keterangan foto tersebut

sidang lanjutan kopi sianida : beginilah cara jessica memasukan sianida ke kopi mirna...

Lanjutan sidang dari kasus kematian Wayan Mirna dengan terdakwa Jessica Wongso akan di gelar hari ini, Rabu (10/8/16) yang di agendakan mulai pukul 09.00 Wib. Dalam persidangan kali ini, hakim akan mengagendakan pemanggilan kepada Polsek Tanah Abang dan Kepolisian Australia untuk di mintai keterangan.

Sementara itu, ayah Mirna, Darmawan Salihin akan memberikan pernyataan tentang janjinya untuk menguak bukti fakta setelah usai sidang Jessica Wongso. Seperti yang di ketahui Mirna yang meninggal dunia usai meminum kopi Vietnam yang telah di pesan oleh terdakwa dan kopi tersebut mengandung sianida.
Dari pihak kepolisian Australia atau Australian Federal Police (AFP) telah menyerahkan dokumen yang berisikan keterangan informasi mengenai Jessica Wongso, tersangka pembunuhan Mirna Salihin atau yang di kenal sebagai kasus kopi maut atau kopi sianida. Dalam dokumen tersebut menyebutkan bahwa Jessica Wongso di duga menderita masalah kesehatan mental yang serius.
Jessica Wongso adalah warga Indonesia yang pernah tinggal di Australia selama kurang lebih tujuh tahun. Dan dalam kesempatannya untuk kembali ke Indonesia dan bertempat di Jakarta, dia menyempatkan diri untuk bertemu dengan Mirna, yang juga teman sekampusnya waktu masih kuliah di Billy Blue Design College, Sydney.

Kasus pembunuhan terhadap Mirna Salihin ini masih belum menemukan titik terang siapa pelaku yang sebenarnya, kasus yang terjadi pada 6 Januari 2016 ini masih dalam proses yang di lakukan Kejaksaan Indonesia untuk mengumpulkan bukti yang cukup. Karena sampai saat ini belum adanya tambahan bukti untuk menjerat pelaku.

Dari pihak Mentri Kehakiman Australia, Michael Keenan, telah memberikan persetujuan untuk pemindahtanganan dokumen AFP dimana dalam isinya terdapat rincian pelaku Jessica Wongso, dan dalam dokumen tersebut berisi labil dan buruk selama setahun sebelum perempuan 27 tahun ini di jadikan terdakwa dalam kasus pembunuhan kopi sianida.

Dokumen yang di dapatkan oleh ABC 7.30-progam TV Nasional Australia- yang berisikan laporan intelijen polisi rahasia yang merincikan adanya percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Jessica Wongso sebanyak empat kali. Dan dalam dokumen tersebut juga menerangkan bahwa Jessica pernah mengancam rekan kerjanya, mengalami kecelakaan karena alkohol, dan menjadi korban tindak kekerasan yang dilakukan oleh mantan kekasihnya.

Raut wajah Tanpa Dosa Jessica wongso Membuat murka Hakim dan Masyarakat Indonesia

Pada sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin beberapa waktu lalu anggota majelis hakim Binsar Gultom mengatakan bahwa seseorang bisa dihukum tanpa ada saksi yang melihat langsung. Pernyataan Binsar tersebut ternyata membuat Jessica Kumala Wongso down dan shock.
“Pernyataan hakim Binsar itu salah satu di antaranya mengatakan tidak ada saksi pun bisa dihukum. Yang dia bilang kasus di Bogor pun, tanpa saksi bisa dihukum. Itu langsung menbuat Jessica shock,” ujar Kuasa hukum Jessica, Otto Hasibuan, sebelum persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2016).
Akibat pernyataan Binsar, Otto menyebut Jessica sakit dan terus menangis. Dia juga mengatakan Jessica sudah tidak memercayai Binsar.
“Dia menangis terus. Dia shock, dia sakit, stres gara-gara itu. Jessica sendiri sudah tidak meyakini hakim Binsar,” kata dia.
Sebelum Binsar mengatakan ucapannya, Otto mengungkapkan Jessica masih bersikap tenang. Namun, ucapan Binsar langsung membuat kondisi Jessica berubah.
“Ketika Pak Binsar mengatakan itu tanpa saksi bisa dihukum, dia down. Keadilan di mana lagi,” ucap Otto.
Otto menyatakan, setiap perkara pidana tidak dapat disamakan. Pada kasus pencabulan dan pembunuhan anak di bawah umur di Jasinga, Bogor, pelaku mengakui perbuatannya.
Sementara itu, dalam kasus kematian Mirna, Jessica tidak mengaku karena merasa tidak membunuh Mirna.
“Dia kan enggak bisa samakan dengan perkara lain. Perkara lain ada kriteria sendiri. Jadi, sangat tragis memang,” ujarnya.
Dan jelang berlangsungnya sidang lanjutan kasus kematian Mirna di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2016) Edi Darmawan Salihin, ayah dari Wayan Mirna Salihin, sempat berdebat dengan salah satu kuasa hukum Jessica Kumala Wongso, Effendi Sinaga.
Darmawan memasuki ruang persidangan sekitar pukul 09.20 WIB. Darmawan langsung menuju area persidangan. Ia terlihat membawa tas dan dokumen di dalam map berwarna biru.
Darmawan kemudian mengambil dokumen dan membagikannya kepada jaksa penuntut umum (JPU) dan meja hakim. Saat akan membagikan ke area kuasa hukum Jessica, Darmawan tiba-tiba berdebat dengan Effendi.
“Ini urusan saya dengan hukum, enggak ada kaitan sama Anda,” kata Darmawan kepada Effendi.
Effendi yang masih duduk terlihat menampakkan muka masam kepada Darmawan. Tak lama, Darmawan pun kembali berbicara.
“Bapak polisi? Bukan kan. Karena gak ada kaitannya dengan bapak. Saya mau joget kek atau apa ya terserah,” kata Darmawan.
Effendi pun hanya mengatakan “terserah”. Mendengar jawaban itu, Darmawan langsung pergi.
Saat dikonfirmasi, Darmawan mengaku dokumen yang ia bagikan adalah foto Mirna saat di Rumah Sakit Abdi Waluyo.
“Ini foto buat buktikan kalau sianida saat pertama kali itu sangat besar,” kata Darmawanm.
Sayangnya, Darmawan tak menjelaskan maksud pemberian foto itu kepada JPU, majelis hakim, dan kuasa hukum Jessica. Sementara itu, Effendi mengaku hanya menanyakan maksud dari Darmawan.
“Tadi cuma nanya aja itu apa. Ternyata foto. Itu saya terima juga,” kata Effendi.
Wayan Mirna Salihin meninggal setelah meminum kopi vietnam yang dipesan oleh Jessica Kumala Wongso di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Rabu (6/1/2016).
Jessica menjadi terdakwa dalam kasus tersebut. JPU memberikan dakwaan tunggal terhadap Jessica, yakni Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

6 Artis Ini Kompak Tolak Wacana Full Day School

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru, Muhadjir Effendy baru saja membuat trobosan berupa gagasan sistem Full Day School untuk pelajar tingkat SD dan SMP. Tak ayal, wacana tersebut pun menuai banyak tanggapan dari publik.
Response masyarakat langsung menghiasi dunia maya. Ada yang setuju, namun tidak sedikit juga yang menolak rencana full day school tersebut. Meski saat ini Mendikbud telah mencabut wacana full day school untuk dibicarakan lebih lanjut, namun polemik tentang kebijakan itu masih ramai dibicarakan di dunia maya.
Sejumlah artis, seperti Anang Hermansyah, Deddy Corbuzier, Tyas Mirasih, Rossa, Sophia Latjuba, dan Julia Perez yang merupakan bagian dari masyarakat Indonesia ikut berpendapat. Mereka sepakat untuk menolak wacana kebijakan tersebut.
1. Anang Hermansyah Sebut Menteri Tidak Paham Kompleksitas Masalah Pendidikan
Penyanyi yang juga anggota DPR Anang Hermansyah ikut angkat suara perihal program full day school yang diwacanakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang baru dilantik, Muhadjir Effendy.
Bahkan Anang Hermansyah mengapresiasi Mendikbud yang menarik kembali wacana full day school lantaran menimbulkan polemik di masyarakat.
"Ide ini sangat bias kota. Menteri tidak paham kompleksitas masalah pendidikan kita seperti soal kesenjangan yang luar biasa antar daerah di Indonesia," tulis Anang melalui pesan WhatsApp, Rabu (10/8/2016).
Anang menyarankan agar Mendikbud lebih memikirkan perihal kesenjangan pendidikan mulai soal fasilitas infrastruktur, penunjang hingga sumber daya tenaga pengajar mengingat ada sekitar 10.985 desa yang belum memiliki Sekolah Dasar.
2. Rossa: Selamatkan Pendidikan Indonesia
Selain Anang yang tidak setuju dengan wacana full day school, penyanyi cantik Rossa juga sangat tidak setuju dengan rencana Mendikbud tersebut.
Melalui akun instagramnya @itsrossa910, ibu satu anak itu tidak ingin anak-anak Indonesia kehilangan waktu bermain dan berkumpul dengan keluarga.
"Lalu kapan waktu bersama orang tua dan keluarga? Mengenal lingkungan dan shalat bersama ibu bapak? Pendidikan bukan hanya formal, kasih sayang, cinta yang tulus dan rasa saling memilikilah yang membentuk indovidu," tulis Rossa yang disambut dukungan dari pengikutnya.
Menurut Rossa, kualitas pendidikan bukan dinilai dari jam pelajaran yang panjang, namun bagaimana anak-anak bisa melakukan hal postif sesuai dengan keinginan mereka.
"Selamatkan pendidikan Indonesia," tulis Rossa dalam foto yang diunggahnya.
3. Deddy Corbuzier Sindir Wacana Full Day School Ide Lucu
Mentalis Deddy Corbuzier menganggap wacana full day school itu adalah hal yang paling lucu terjadi. Sebab, Deddy Corbuzier merasa kebebasan anak-anak akan dikekang jika diberlakukan full day school.

"Menurut saya itu hal paling lucu yang pernah terjadi. Mereka yang punya ide seperti itu stress. Orang tua saja stress kerja dari pagi sampai sore. Jangan bikin anak-anak jadi stress juga dong," kata Deddy Corbuzier, di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (9/8/2016).
Deddy Corbuzier menyarankan Mendikbud untuk merasakan dahulu sistem sekolah seharian sebelum sistem tersebut benar-benar diberlakukan.
"Kalau dia (Mendikbud) belum pernah sekolah seharian, kenapa dia minta anak-anak sekolah seharian? Sekarang kan ada yang namanya ekstrakulikuler, tahu enggak dia (Mendikbud)? Masukin saja ekskul bukan full day school," ujar Deddy Corbuzier.
4. Julia Perez: Negara Kita Banyak yang Masih Tertinggal
Melalui akun twitternya, Julia Perez mengkritik wacana Mendikbud memberlakukan full day school. Bagi Julia Perez, hal tersebut belum bisa dilakukan di sistem pendidikan Indonesia lantaran masih banyak ketertinggalan di banyak aspek.
"Sebenarnya bagus-bagus saja full day school, seperti banyak negara maju. Tapi masalahnya negara kita belum sampai di situ, banyak yang masih tertinggal," cuit Julia Perez melalui akun twitter @juliaperrez.
Jupe menyarankan, agar pemerintah lebih dahulu memperhatikan masalah kurikulum dan kesejahteraan guru.
"Kalau sekarang dengan metode yang belum sempurna dan guru-guru masih belum terpuaskan dengan apa yang seharusnya mereka dapat, ntar dulu deh," cuit Jupe lagi.
5. Tyas Mirasih Khawatir Anak Sekolah Jadi Stres
Meski belum memiliki anak, artis cantik Tyas Mirasih juga menolak jika wacana full day school yang diutaraan Mendikbud diberlakukan saat ini. Bagi Tyas Mirasih, untuk memberlakukan sebuah kebijakan seperti full day school harus dilakukan riset yang mendalam.
"Mungkin sebelum diterapkan harusnya dikaji dulu deh. Pointnya apa, bagusnya apa, dampak buruknya apa. Kalo bisa jangan langsung diterapin," ujar Tyas Mirasih di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (9/8/2016).
Tyas Mirasih menyarankan, agar pemerintah dalam hal ini Kemendikbud mematangkan rencana full day school agar benar-benar berdampak baik bagi anak-anak sekolah.
"Kasih trial dulu mungkin. Karena takutnya anak-anak enggak kuat malah takutnya stres karena masih kecil. Jadi menurut aku pake proses lah," ungkap Tyas Mirasih.
Menurutnya, pendidikan tidak melulu harus melalui lembaga resmi seperti sekolah. Harusnya, pola fikir anak seusia SD dan SMP yang masih berkembang harus dimaksimalkan dengan mendapatkan pengalaman dari lingkungan juga.
6. Tentang Full Day School Sophia Latjuba Sampaikan Pesan ke Jokowi
Sophia Latjuba langsung bereaksi begitu Mendikbud menggelontorkan wacana full day school. Ibu dua anak itu merasa ada yang salah dari rencana kebijakan dari menteri yang baru saja dilantik Jokowi.
"Sedih rasanya kalau ada orang yang bertugas membenahi pendidikan, justru menilai pendidikan itu akan menjadi lebih baik kalau ditingkatkan jamnya, bukan kualitasnya," tulis Sophia Latjuba dalam akun instagramnya @sophia_latjuba88.
Sophia Latjuba yang pernah merasakan tinggal di Amerika Serikat mempertanyakan kepada Mendikbud tentang baik buruknya kebijakan tersebut jika dijalankan. Tak lupa, kekasih Ariel NOAH itu juga menyampaikan pesan untuk Presiden Jokowi.
"Dear Mr. President, with all due respect, don't let political agendas interfere with your efforts to make our education system work for the sake of this country's future," tulis Sophia Latjuba.
Anang Hermansyah, Tyas Mirasih, Sophia Latjuba, Julia Perez, Rossa, dan Deddy Corbuzier merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang merasa keberatan dengan wacana kebijakan Mendikbud memberlakukan full day school. Bagaimana dengan Anda?

Kata Ahok tentang Wacana "Full Day School"

Menteri Pendidikan dan KebudayaanMuhadjir Effendy memiliki wacana menerapkan sistem full day school untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), di sekolah negeri maupun swasta. Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan menunggu kajian dari wacana tersebut. 

"Itu kan baru diusulkan, nanti dipelajari aja," kata Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (9/8/2016). 

Basuki tak mempermasalahkan jika wacana itu diterapkan. Kesulitan penerapan sekolah itu akan ditemui ketika diberlakukan pada sekolah yang memiliki dua waktu, yakni sekolah pagi dan siang.  

"Saya enggak tahu. Anak saya sih sekolah sampai sore, makanya kami enggak tahu masing-masing," kata Basuki. 

"Makanya susah bandingin sekolah-sekolah. Saya sekolah di kampung, enggak ada les, jam 12 sudah masuk hutan terus pulang, berenang," kata Basuki. 

Mendikbud sebelumnya mengatakan, program itu digagas agar anak tidak sendiri sepulang sekolah ketika orangtua mereka masih bekerja. 

"Dengan sistem full day school ini secara perlahan anak didik akan terbangun karakternya dan tidak menjadi liar di luar sekolah ketika orangtua mereka masih belum pulang dari kerja," kata Mendikbud, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Minggu (7/8/2016). 

Menurut dia, kalau anak-anak tetap berada di sekolah, mereka bisa menyelesaikan tugas-tugas sekolah sampai dijemput orangtuanya seusai jam kerja. Selain itu, anak-anak bisa pulang bersama-sama orangtua mereka sehingga ketika berada di rumah mereka tetap dalam pengawasan orangtua. 

Untuk aktivitas lain misalnya mengaji bagi yang beragama Islam, menurut Mendikbud, pihak sekolah bisa memanggil guru mengaji atau ustaz dengan latar belakang dan rekam jejak yang sudah diketahui. Jika mengaji di luar, mereka dikhawatirkan akan diajari hal-hal yang menyimpang.

ternyata begini cara Freddy Budiman memberikan suap kepada BNN dan Oknum terkait lainnya..

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly mengaku telah mengantongi informasi perihal oknum pejabat Badan Narkotika Nasional (BNN) yang meminta pencopotan kamera pengawas di kamar tahanan Freddy Budiman.

Menurut Yasonna, informasi tersebut didapatkannya dari pengakuan mantan Kepala Lapas Nusakambangan Liberty Sitinjak. "Ada informasi-informasi yang dia sampaikan ke saya, yang belum mau saya share. Pokoknya itu juga disampaikan ke BNN," ujar Yasonna di Gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta Selatan, Selasa (9/8).

Menurut Yasonna, pihaknya juga telah meminta Sitinjak memberikan semua informasi yang diketahuinya soal oknum BNN tersebut. Pasalnya, keterangannya dibutuhkan guna mengungkap kebenaran dari pengakuan Freddy Budiman yang ditulis oleh Aktivis KontraS Haris Azhar.

"Itu sudah, saya katakan ke beliau, sampaikan apa yang kamu ketahui dan apa yang benar saja, apa yang diketahui. Jadi sudah disampaikan di BNN," kata Yasonna.

Saat ini, Sitinjak telah kembali menjalankan aktifitasnya sebagai Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham NTT. "Sudah kembali, dia berstatus untuk menyampaikan, untuk klarifikasi beberapa hal yang disebut Pak Haris Azhar di keterangannya yang disampaikan ke media," ujar Yasonna.

Selain itu, Yasonna juga menegaskan pihaknya telah memiliki prosedur tetap (protap) perihal kunjungan dan pengamanan semua Lapas, termasuk Nusakambangan. Sehingga permintaan tersebut dipastikan tidak akan dipenuhi oleh para jajarannya hingga tingkat bawah.

"Kita punya standar harus isi buku tamu, itu jelas, finger print juga ada, SOP itu nggak bisa diganggu, siapa pun yang minta matikan CCTV itu nggak ada, itu udah SOP-nya," kata Yasonna.

Pada Senin (8/8) kemarin, BNN memintai keterangan Sitinjak tekait oknum petugasnya yang meminta pencopotan kamera CCTV kamar tahanan Freddy Budiman. Sitinjak mengakui adanya petugas tersebut.

Menurutnya, petugas yang mengaku berasal dari BNN tersebut mengunjungi Lapas Nusakambangan pada hari libur dan memprotes soal pemasangan kamera pengawas kepada Freddy. Namun ia tidak menyebut oknum petugas tersebut, lantaran beralasan lupa dengan indentitas petugas tersebut.

"Saya sudah lupa, karena itu kejadian tahun 2014, sila dicek di buku tamu yang tersedia di Lapas Nusakambangan karena di sana tercatat siapa nama yang datang, akan bertemu dengan siapa, dan apa keperluannya," ujar Sitinjak.

Menegangkan !!! inilah Rekaman CCTV detik-detik Jessica memasukan sianida kedalam kopi Mirna...

Jaksa penuntut umum dalam sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin menghadirkan ahli digital forensik lain dalam sidang Rabu (10/8/2016) ini.

Ahli digital forensik bernama Christopher Hariman Rianto menjelaskan urutan momen-momen yang terekam dalam kamera CCTV di kafe.

Dari hasil analisisnya, Christopher mengatakan, tangan Jessica meraih tas yang ada di sebelah kirinya dengan kedua tangan. Momen tersebut terekam pada pukul 16.29.50 WIB.

"Pukul 16.29.50 WIB ada gerakan dua tangan meraih tas terdakwa," ujar Christopher di dalam persidangan.

Setelah itu, Christopher melihat bahwa Jessica menggerakkan tangan kanannya ke arah meja 54.

"Kemudian tangan kanan terdakwa bergerak ke arah meja 54 dan kembali lagi ke tas. Tangan kiri tetap ada di area tas terdakwa," kata dia. (Baca: Kuasa Hukum: Hanya CCTV yang Rugikan Jessica yang Ditunjukkan)

Setelah itu, Jessica pun terlihat memindahkan centerpiece yang ada di dekatnya. Centerpiece itu juga sebelumnya sempat dipindahkan dari meja ke dekatnya.

"Dia pindahkan kembali centerpiece dari depan ke sebelah kanan, yang tadi diambil kemudian main rambut," ucap Christopher.

Sidang Jessica Sita Perhatian Netizen, Ini Sorotan Netizen dari Ekspresi Jessica Hingga Cincin Jaksa

idang lanjutan kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso, Rabu (10/8/2016) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menyita perhatian netizen di media sosial Twitter.
Netizen mengungkapkan berbagai hal tentang persidangan Jessica melalui cuitan dengan tagar #SidangJessica.
Tagar tersebut menjadi trending topik, Rabu (10/8) siang.
Netizen dengan akun @Sucinazifah berkomentar tentang ekspresi wajah Jessica saat tertawa lepas di persidangan.
"Baru kali ni liat expresi orang bisa sebahagia ini saat jadi terdakwa #SidangJessica," tulisnya menyertai sebuah foto yang diunggahnya.
Netizen lainnya berkomentar tentang sosok pengcara Jessica yang selalu membela Jessica dengan alasan yang dinilai tidak masuk akal.
"Smakin pengacara jessica membela dgn alasan yg ga masuk akal,smakin membuktikan klo ada yg hrs ditutupin dgn pembelaannya #SidangJessica," tulis akun @ayurizkiyani07.
Netizen lainnya berceloteh tentang tanaman hias yang membuat apa yang dilakukan Jessica dalam rekaman CCTV sempat tak terlihat.
"#SidangJessica andai saja tanaman hias bisa ngomong selesai semua wkwkwk," tulis @rangga_warnoxz.
Adapula netizen yang justru berkomentar soal cicin yang dipakai jaksa.
"Pak jaksa yg keren ternyata sekarang udah pake cincin ya padahal minggu kemaren belom #SidangJessica," tulis akun @Vanny_Q10
Sedangkan akun @DiraVoy berkomentar tentang saksi ahli digital forensik Muhmmad Nuh yang dinilai jenius.
"Mantap ahli forensik digital Muhammad Nuh, pengen jadi murid anda donk pak #sidangjessica," cuitnya.
Ada juga netter yang menyinggung hakim dalam persidangan Jessica.
"Buset... gregetan banget gue nonton #SidangJessica , penjelasan cctv nya luar biasa detail. Tapi pak hakim kok agak ngeselin ya?," tulis @dhyna_indriri.
Beragam ya komentarnya. Kalau kamu apa yang menarik dari sidang Jessica?(*)

Peristiwa 24 Detik Inikah Bukti Jessica Masukkan Sianida ke Kopi Mirna?

Pakar Digital Forensik Mabes Polri AKBP Muhammad Nuh Al Azhar mengatakan, ada 24 detik krusial di mana terdakwa Jessica Kumala Wongso memainkan tangannya di gelas vietnamese ice coffe yang dipesan untuk korban Wayan Mirna Salihin. 
Gerak-gerik itu tampaknya meyakinkan penyidik bahwa Jessica lah yang memasukkan sianida ke dalam kopi Mirna.
‎"Dia menoleh ke CCTV. Tas dibuka menggunakan kedua tangan. Ada beberapa waktu kegiatan membuka tas. Kemudian diletakkan sesuatu di atas meja. Ada gerakan tangan memindahkan sesuatu ke atas meja, 24 detik kegiatan memasukan sesuatu," kata Nuh di depan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (10/8).‎ (Mg4/jpnn)
Berikut 24 detik ‎krusial Jessica menuangkan sesuatu:
16:22:58, terdakwa duduk kembali ke meja nomor 54 setelah membayar koktail. Meski jauh, tapi terdakwa tidak terhalangi tanaman dan terlihat dalam CCTV.
16:23:37, terdakwa menggeser duduknya ke bagian tengah sofa. Dia mengambil garis sejajar dengan CCTV dan tanaman hias. Sehingga, posisi badan terhalangi tanaman hias. Tapi, gerakan tangan dan kepala masih terlihat.
16:24:19, petugas kafe membawa kopi dan menaruhnya di depan terdakwa. Kegiatan itu selesai sampai 16:26:45. Pada waktu yang sama, dari kamera belakang, terlihat petugas membawa kopi dalam kondisi gelas kopi masih berwarna putih. Kondisi sedotan juga terpisah dari gelas. Lalu posisi kopi ada di ujung meja.
16:27 sampai detik 28, ada petugas lain, membawa koktail dan meletakkan di dekat terdakwa. Dari kamera depan, terlihat ada gerakan kepala terdakwa, namun posisi badan terhalangi tanaman hias.
16:28:20, terdakwa mengambil dudukan menu, dan pindahkan ke ujung meja dekat terdakwa.

Misteri 17:23, Ahli Forensik Curigai Jessica Menggaruk karena Gatal Sianida

Ahli forensik digital Mabes Polri AKBP Muhammad Nuh mencurigai gerakan menggaruk tangan dan paha yang dilakukan terdakwa kasus tewasnya Mirna Salihin diduga akibat kopi bersianida, Jessica Wongso.

Gerakan menggaruk itu dilakukan terdakwa Jessica Wongso pascakorban tidak sadarkan diri di meja nomor 54 Kafe Olivier.

"Jika kita lihat di rekaman kamera pengawas (CCTV) terdakwa sedikit membungkuk dan menggaruk paha kanan atas. Kalau misalnya tidak ada sesuatu di pahanya, seperti penyakit atau sesuatu masalah, untuk apa menggaruk?" ujar Nuh di ketika memberikan keterangan sebagai saksi ahli di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu.

Dia melanjutkan dirinya mencurigai gerakan tersebut karena tampak pada rekaman sebelumnya, Jessica juga menggaruk-garuk jemari dan tangannya. Bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali.

Sebagai informasi, korban Mirna sendiri menenggak kopi es vietnam diduga bersianida pada pukul 17.19 WIB waktu CCTV dan kolaps semenit kemudian. Ketika Jessica melakukan gerakan menggaruk tersebut, Mirna sedang mendapat pertolongan dari pegawai Kafe Olivier.

Seperti yang terlihat pada rekaman CCTV yang ditelisik oleh tim forensik digital Mabes Polri dan diputar di ruangan sidang, pada pukul 17.23 waktu CCTV, terdakwa terlihat merapatkan kedua telapak tangan di pegangan tas miliknya. Pada posisi itu, sekilas tampak gerakan seperti menggaruk.

Gerakan tersebut semakin jelas dan berulang kali dilakukan setelah Jessica meletakkan tasnya. Kemudian pada pukul 17.25 detik 38 WIB waktu CCTV terdakwa membungkuk dan menggaruk paha sebelah kanan. "Banyak sekali gerakan seperti menggaruk," kata Nuh.

Pakar toksikologi Puslabfor Mabes Polri Kombes Pol Nur Samran Subandi, juga saksi ahli dalam kasus Jessica, yang kembali dimintai keterangan pada sidang hari ini Rabu (10/8), mengatakan ada kemungkinan gatal-gatal di tangan dan paha terdakwa berasal dari sianida.

Nur Samran yang mengaku pernah terkena sianida di kulit, menggambarkan rasa ketika sianida terkena ke kulit seperti panas dan gatal.

"Saya baru melihat CCTV yang diputar oleh Pak Muhammad Nuh dan melihat terdakwa menggaruk berulang kali. Gatal-gatal itu kemungkinan berasal dari sianida," tutur dia.

Dalam sidang dengar pendapat sebelumnya, pakar toksiologi tersebut menyebut dampak sianida padat, walau dibungkus dengan kertas, tetap akan bisa menembus kulit. Namun hal itu tidak terjadi jika dibalut dalam plastik.

Sidang lanjutan kasus dengan terdakwa Jessica Wongso pada hari ini, Rabu (10/8) berlangsung dengan menghadirkan saksi ahli. Selain pakar forensik digital dari Mabes Polri, akan ada pakar teknologi informasi yang dihadirkan selepas Shalat Magrib.

Dituding Menghina Surabaya, Ahok Dituntut Minta Maaf

Merespon omongan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok terkesan melecehkan Kota Surabaya, ratusan warga Jakarta asal Surabaya yang tergabung dalam Paguyuban Arek Suroboyo (PAS) dan kelompok Perjuangan Anak Bangsa (PAB) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Balai Kota Surabaya.
Mereka mengecam pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dianggap menghina Surabaya. Dalam aksi tersebut, para warga membawa spanduk yang berisi tulisan memojokkan Ahok.
Koordinator aksi, Kusnan Hadi, menyampaikan orasi yang isinya meminta Ahok memohon maaf kepada Risma melalui media elektronik. Jika Ahok tidak meminta maaf kepada Risma, maka PAS dan PAB akan menggalang massa untuk melabrak Ahok ke Jakarta. “Ini aspirasi warga Surabaya yang merasa dilecehkan Ahok,” ucapnya, seperti dikutipHalloapakabar.com.
Ia juga membandingkan prestasi Risma dengan Ahok. Risma dianggap sebagai sejarah bagi Kota Surabaya. Risma merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai wali kota dan sekaligus menjabat selama dua periode. Sementara, Ahok dinilai tidak memiliki prestasi yang menonjol, bahkan prestasinya disebut terkait kasus reklamasi.
Kusnan Hadi mengatakan, jika Surabaya disamakan dengan Jakarta Selatan artinya seperlimanya DKI Jakarta. Padahal, sesuai data, luas Surabaya setengahnya Jakarta. Menurut dia, pernyataan Ahok yang menyebut Surabaya seperti Jakarta Selatan telah melecehkan Surabaya.
Di tempat terpisah, seniman asal Surabaya, Ali Akbar mengatakan bahwa adalah hal wajar, jika masyarakat Jatim, khusus nya arek Surabaya merasa tersinggung atas ucapan ahok tersebut, “Ucapan Ahok jelas menyinggung perasaan arek, jgn ban gunkan macan tidur, kemarahan arek Suroboyo bisa merugikan ahok, sebaiknya Ahok minta maaf kepada masyarakat Suroboyo,” tandasnya.
Mereka juga menyikapi beberapa pernyataan Ahok yang dinilainya telah mekecehkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. “Kami anak muda Surabaya terhenyak dengan suara ibu yang setengah marah karena terus menerus dipanasi dengan ragam perbandingan. Ibuku salahnya apa?” kata Juru Bicara Gerakan Arek Surabaya, M Sholahudin.
Menurut dia, sosok Risma adalah seorang pemimpin dengan segudang prestasi dan telah berhasil membangun Surabaya dan diakui dunia.
Untuk itu, mereka datang menyuarakan suara arek-arek Surabaya dengan mengelar aksi. “Ibu Risma tidak pernah kasar sama rakyat. Tetapi kalau ada yang menyakiti ibu, rakyat pasti marah,” ucapnya.
Sementara itu, di Balai Kota Surabaya, puluhan orang yang mengatasnamakan Paguyuban Arek Suroboyo juga berunjuk rasa. Mereka membawa poster yang bertuliskan “Warga Surabaya-Jakarta jangan di adudomba, Bu Risma kami di belakangmu”
Mereka menyatakan, seharusnya persoalan Pilkada DKI Jakarta 2017 jangan menyeret-nyeret Surabaya. “Kami akan membela Bu Risma yang selama ini memberikan yang terbaik bagi Surabaya,” tegasnya. 

Pengamat Politik Ini Sebut Perseteruan Ahok-Risma Makin Panas

Perang kritikan antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharani (Risma) diprediksi akan semakin panas Lantaran, keduanya memiliki karakter yang keras dalam memimpin wilayahnya.
"Melihat tabiat keduanya akan semakin kencang dan ramai. Perseteruan itu wajar terjadi," ungkap pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/8/2016).
Selain kesamaan karakter, perseteruan akan semakin panas lantaran nuansa pemilihan gubernur 2017 mendatang.
Risma dianggap akan menjadi lawan tangguh Ahok bila maju dalam Pilgub DKI. Ditambah lagi, sejumlah partai telah meminta Risma untuk ikut serta dalam pesta demokrasi di Ibukota. Pernyataan Ahok yang ditujukan kepada Risma juga dinilai bagian dari usaha Ahok agar Walikota Surabaya yang juga kader PDIP tersebut tidak ke Jakarta.

"Itu wajar terjadi. Ini sebagai usaha Pak Ahok untuk meminimalkan pesaingnya (Risma). Supaya tetap di Jakarta," katanya.
Sebelumnya Ahok mengatakan Jakarta tidak bisa diperbandingkan dengan Surabaya. Utamanya mengenai trotoar. Pasalnya, luas wilayah kedua kota tidak sama.
Ahok menyebut, bila mau dibandingkan, Surabaya bisa dibandingkan dengan satu kota administrasi, semisal Jakarta Selatan.
Mendengar apa yang diucapkan Ahok, Risma marah. Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu, tidak terima dibanding-bandingkan.
"Surabaya salah apa sama Pak Ahok? Kita di sini bekerja bersama semata-mata untuk kesejahteraan, bukan untuk dipamerkan," kata Risma, Kamis (11/8/2016) malam. Menurut Risma, bangsa ini harusnya saling belajar untuk menjadi yang lebih baik, bukan saling menghujat sehingga berpotensi untuk terpecah-belah.
"Saya tidak tahu itu bersifat politis atau tidak, yang pasti ini soal harga diri Surabaya," ucap Risma.

JK Curiga Keributan Ahok dan Risma Dipicu Pertanyaan Wartawan

Dua kepala daerah di Indonesia tengah berseteru, yakni Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang digadang-gadang maju di Pemillihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 mendatang.
Kedua kepala daerah itu kerap dibanding-bandingkan dalam rangka Pilkada 2017. Ahok kemudian berkomentar bahwa wilayah yang dipimpin Risma, hanya sebesar Jakarta Selatan. Sedangkan dirinya berharap bila ada perdebatan, maka yang sebanding adalah seseorang yang menjabat Gubernur di tempat lain.
Menanggapi pernyataan itu, Risma pun geram, dan ia justru balik bertanya kenapa Ahok merendahkan warga Surabaya. Alhasil Ahok pun ciut, dan mengklarifikasi bahwa pernyataannya sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyinggung.
Jusuf Kalla menilai pertikaian tersebut adalah "bikinan"media, yang bertanya kepada Ahok soal Risma, lalu mengklarifikasi pernyataan Ahok ke Risma. Jusuf Kalla menilai pertanyaan-pertanyaan wartawanlah yang memicu pertentangan.
"Anda kan sudah terlatih, anda justru punya keahlian itu, mempertentangkan isu," ujar Jusuf Kalla dengan nada bercanda, kepada wartawan di kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (12/8/2016)
Permasalahan tersebut sebenarnya adalah permasalahan politik. Ia mengimbau semua pihak untuk menyerahkan ke pimpinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk memilih siapa yang pantas mereka usung. PDIP, adalah partai yang selama ini mendukung Risma di Surabaya, dan berminat mendukung Ahok di Jakarta.
"Tergantung rakyat Jakarta. Biar terpilihlah yang terbaik untuk rakyat," jelasnya.