Entri yang Diunggulkan

Peristiwa 24 Detik Inikah Bukti Jessica Masukkan Sianida ke Kopi Mirna?

Pakar Digital Forensik Mabes Polri AKBP Muhammad Nuh Al Azhar mengatakan, ada 24 detik krusial di mana terdakwa Jessica Kumala Wongso memai...

Saturday, 13 August 2016

Pengamat Politik Ini Sebut Perseteruan Ahok-Risma Makin Panas

Perang kritikan antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharani (Risma) diprediksi akan semakin panas Lantaran, keduanya memiliki karakter yang keras dalam memimpin wilayahnya.
"Melihat tabiat keduanya akan semakin kencang dan ramai. Perseteruan itu wajar terjadi," ungkap pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/8/2016).
Selain kesamaan karakter, perseteruan akan semakin panas lantaran nuansa pemilihan gubernur 2017 mendatang.
Risma dianggap akan menjadi lawan tangguh Ahok bila maju dalam Pilgub DKI. Ditambah lagi, sejumlah partai telah meminta Risma untuk ikut serta dalam pesta demokrasi di Ibukota. Pernyataan Ahok yang ditujukan kepada Risma juga dinilai bagian dari usaha Ahok agar Walikota Surabaya yang juga kader PDIP tersebut tidak ke Jakarta.

"Itu wajar terjadi. Ini sebagai usaha Pak Ahok untuk meminimalkan pesaingnya (Risma). Supaya tetap di Jakarta," katanya.
Sebelumnya Ahok mengatakan Jakarta tidak bisa diperbandingkan dengan Surabaya. Utamanya mengenai trotoar. Pasalnya, luas wilayah kedua kota tidak sama.
Ahok menyebut, bila mau dibandingkan, Surabaya bisa dibandingkan dengan satu kota administrasi, semisal Jakarta Selatan.
Mendengar apa yang diucapkan Ahok, Risma marah. Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu, tidak terima dibanding-bandingkan.
"Surabaya salah apa sama Pak Ahok? Kita di sini bekerja bersama semata-mata untuk kesejahteraan, bukan untuk dipamerkan," kata Risma, Kamis (11/8/2016) malam. Menurut Risma, bangsa ini harusnya saling belajar untuk menjadi yang lebih baik, bukan saling menghujat sehingga berpotensi untuk terpecah-belah.
"Saya tidak tahu itu bersifat politis atau tidak, yang pasti ini soal harga diri Surabaya," ucap Risma.

No comments:

Post a Comment